Wednesday, December 12, 2018

Pendidikan Anak Berbakat *Good





Teman-teman  berikut ini adalah penjelasan mengenai bentuk pendidikan bagi anak yang berbakat, apa saja ya kira-kira..? mari kita simak berikut ini yaa :)

Model penyelenggaraan pendidikan anak berbakat
      Permasalahan terkait. Terdapat berbagai pertanyaan dalam penyelenggaraan pendidikan kepada anak yang berbakat, yakni antara lain mengenai ;
1.      Hubungan pendidikan dan ukuran standar pertumbuhan ekonomi
2.      Pengaruh pendidikan dasar terhadap produktivitas manusia
3.      Pengaruh pendidikan dasar kepada pendidikan menengah dan tinggi
4.      Keuntungan (minuscost) yang diperoleh individu
5.      Pemahaman cara belajar dari pendidikan dasar
6.      Kompetensi yang perlu dikuasai menghadapi masa depan
            Tuntutan masa depan.UU No.2 tahun 1989 tentang Sistem Pendidikan Nasional, pasal 3 memiliki beberapa dimensi yang berhubungan dengan beberapa permasalahan dan pernyataan seperti :
1.   Perlu memperhatikan perkembangan manusia secara menyeluruh  sampai manusia dewasa (through life span)
2.   Kata kunci trend (key trend) dalam arus globalisasi yang berpengaruh pada sistem pendidikan telah memasuki tahap yang baru
3.      Keterampilan mental apa yang perlu dimiliki oleh manusia dalam berkembang di tahap tersebut.
Alternatif penyelenggaraannya. Beberapa langkah yang dapat dilakukan dalam menyelenggarakan pendidikan ini adalah sebagai berikut ;
1.      Melibatkan berbagai guru / pengajar untuk menilai kelompok anak yang sama
2.    Dilakukan latihan intensif terhadap guru-guru untuk mengetahui ciri-ciri anak yang berbakat sebelum diadakan penjaringan terhadap anak yang berbakat
3.     Jangan mempublish program tersebut sebelum berjalan 3 tahun dan melihat apa hasilnya
4.   Memerlukan guru yang berkomitmen dan punya passion sebagai tenaga pendidik. Guru dapat dilatih dalam memahami ciri-ciri keunggulan seperti motivasi tinggi, inovatif, ulet kerja dan belajar, serta memberikan lebih dari satu respon atau jawaban. (Semiawan.1997).

j             Teman-teman pendidikan bagi anak-anak yang berbakat itu penting loh yaa, mereka itu sangat spesial dan harus tetap dimaksimalkan potensinya, sama seperti kita yang dengan kemampuan normal juga nih pastinya ingin dapat berkembang menjadi manusia yang produktif kan... so apabila dalam keluarga anda terdapat salah satu yang berbakat atau spesial, maka kita harus mampu mengembangkan potensi yang mereka miliki salah satunya dengan jalur pendidikan khusus anak yang berbakat. Tenang aja... dalam dunia psikologi semua bentuk dan kondisi kita dapat dipahami dan diselesaikan permasalahannya kok, eit's bukan bahas bentuk badan dan diet ya hehe...sekian dulu semoga bermanfaat nih.
             Makanya  teman-teman keep watching blog ini yaa, masih banyak yang menarik lainnya yang bakal di share, soo tunggu post berikutnya ;)


Semiawan.C.(1997).Perspektif pendidikan anak berbakat,Jakarta.PT Grasindo.

Called Him "God of Psychology"


Hi teman-temans, hari ini ada sedikit info backgroundnya Bapak Psikologi kita nih, buat yang belum awam mungkin lewat membaca blog ini semoga bisa mengenal dan tertarik sama ilmu jiwa ya :) berikut ini ceritanya si God of Psychology....

Sigmund Freud (lahir di Freiberg, 6 Mei 1856 – meninggal di London, 23 September 1939 pada umur 83 tahun) adalah seorang Austria keturunanYahudi dan pendiri aliran psikoanalisis dalam bidang ilmu psikologi. Menurut Freud, kehidupan jiwa memiliki tiga tingkatan kesadaran, yakni sadar (conscious), prasadar (preconscious), dan tak-sadar (unconscious). Konsep dari teori Freud yang paling terkenal adalah tentang adanya alam bawah sadar yang mengendalikan sebagian besar perilaku. Selain itu, dia juga memberikan pernyataan bahwa perilaku manusia didasari pada hasrat seksualitas (eros) yang pada awalnya dirasakan oleh manusia semenjak kecil dari ibunya.

Freud tertarik dan belajar hipnotis di Perancis, lalu menggunakannya untuk membantu penderita penyakit mental. Freud kemudian meninggalkan hipnotis setelah ia berhasil menggunakan metode baru untuk menyembuhkan penderita tekanan Psikologis yaitu asosiasi bebas dan analisis mimpi. Dasar terciptanya metode tersebut adalah dari konsep alam bawah sadar, asosiasi bebas adalah metode yang digunakan untuk mengungkap masalah-masalah yang ditekan oleh diri seseorang tetapi terus mendorong keluar secara tidak disadari sehingga menimbulkan permasalahan. 

Sedangkan Analisis Mimpi, digunakan oleh Freud dari pemahamannya bahwa mimpi merupakan pesan alam bawah sadar yang abstrak terhadap alam sadar, pesan-pesan ini berisi keinginan, ketakutan dan berbagai macam aktivitas emosi lain, hingga aktivitas emosiyang sama sekali tidak disadari. Sehingga metode Analisis Mimpi dapat digunakan untuk mengungkap pesan bawah sadar atau permasalahan terpendam, baik berupa hasrat, ketakutan, kekhawatiran, kemarahan yang tidak disadari karena ditekan oleh seseorang. Ketika hal masalah-masalah alam bawah sadar ini telah berhasil diungkap, penyelesaian selanjutnya akan lebih mudah untuk diselesaikan.

nah, jadi Freud ini terkenal dengan teknik psikologianalisa Nya teman-teman, selain itu dalam dunia psikologi juga dikenal beberapa istilah lainnya dari tokoh Freud ini yakni ; ego, superego, dan ada juga namanya complex oedipus. Freud ini sangat lekat pembahasannya dengan "seksual" hal tersebut dikarenakan pembelajaran dari pengalamannya sendiri mengenai "seksual". selain Freud ini masih ada banyak lagi tokoh-tokoh Psikologi yang terkenal dengan berbagai kisah dan juga teori mereka yang tentunya sangat menarik dan bermanfaat bagi kita semua, so...teman-teman yuks mempelajari psikologi karena ilmu ini adalah bagian dari kehidupan setiap manusia, dimana kita tentunya membutuhkannya disepanjang kehidupan kita selama kita masih saling berinteraksi :)  see you soon...!


https://id.wikipedia.org/wiki/Sigmund_Freud

"Motivasi Berbahasa Asing"

Image result for indo vs barat

Indonesia merupakan bangsa yang sangat kaya akan keragaman berbahasa dalam berbagai budaya yang ada. Tentunya sebagai bagaian dari bangsa ini kita sebagai masyarakatnya memiliki kesempatan besar akan pengetahuan mengenai berbagai bahasa yang ada di Negara kita sendiri. Jika kita sebagai anak muda saat ini melihat keadaan yang ada maka kemungkinan kita akan memberikan persepsi yang sama mengenai hal ini, yakni sampai saat ini masih banyak masyarakat Indonesia sendiri yang bahkan tidak mengenal budaya dan bahasanya sendiri (bahasa daerah asal kelahirannya).
            Salah satu contonya adalah diri saya sendiri, untuk itulah sebenarnya saya menuliskan hal ini untuk dapat berbagi sedikit pengalaman saya dengan para pembaca yang ada. Saya berasal dari dari keluarga berdarah Batak yang tinggal di Medan. Namun, meskipun lahir dan sampai saat ini saya besar di Medan, saya masih tidak mampu berbahasa Batak dengan fasih, padahal ada banyak masyarakat kota Medan yang masih menjunjung tinggi nilai-nilai budaya Batak tersebut termasuk yang paling menonjol adalah logat dan khasnya bahasa Batak orang Medan. Tetapi, pada diri saya sendiri sembari saya menjalani pendidikan saya yakni hidup di era revolusi 4.0 dimana perkembangan zaman semakin pesat dan seluruhnya terbantu oleh teknologi yang canggih saat ini, termasuk koneksi kita yang memungkinkan berhubungan dengan berbagai orang diseluruh dunia kapan saja dan dimana saja, sehingga hal tersebut membuat kita semakin mudah dan semakin terpengaruh dengan budaya masyarakat luar / asing.
            Salah satunya yang dapat kita lihat dengan nyata saat ini adalah maraknya gaya hidup dengan ala korea dan ala barat / kebarat-baratan. Baik dari segi penampilan / fashion korea dan funky casual ala budaya barat, selain itu juga sangat terasa dalam etika anak muda masa kini yang sudah tidak seperti dulu yang lebih menjunjung kesopanan bukan kebebasan bertindak. Selain itu adalah bahasa yakni sudah berkembang sedari dulunya salah satunya paling terasa dalam bidang pendidikan dimana sejak beberapa tahun lalu sudah banyak sekolah yang berdiri dengan gaya “internasional” kemudian menggunakan kajian bilingual dalam sistem pendidikannnya. Hal ini memang baik untuk memperkaya pengetahuan anak muda namun juga memberikan dampak buruk oleh karena tidak seimbangnya lagi motivasi untuk mempelajari budaya orang asing dibandingkan budaya kita sendiri.
            Teori Dornyei (2001:7) "the term 'motivation' menyatakan bahwa bagi para pengajar bahasa bahwasanya tingkat motivasi murid mereka dilihat dari seberapa besar murid mereka tertarik untuk berpartisipasi dalam berbagai aktivitas dikelas. Namun mungkin bagi murid mereka motivasi mereka belajar suatu bahasa adalah karena bahasa tersebut sepertinya menarik dalam suatu budaya tertentu atau tertarik karena berguna untuk karir mereka nantinya (Schmidt, 2014)
            Kemudian pada Teori oleh psikolog sosial yakni Robert Gardner & Wallace Lambert mengenai "motivational factor" mempengaruhi pencapaian bahasa kedua,  yakni dengan konsep integrative orientation and instrumental orientation, yang pada konsep integrative motive Gardner membuat model socio-educational. Namun, pada akhirnya konsep Gardner mengenai integrativeness dihubungkan oleh Dornyei yang menggunakan konsep "ideal L2 self" yakni motivasi integratif dari tujuan murid untuk menjadi seseorang dari target komunitas bahasa menuju kepada tujuan murid untuk mengembangkan diri mereka sehingga semakin dekat "ideal self" mereka (Schmidt, 2014)
            Saat ini kita sebagai generasi milenial dapat melihat dengan nyata bahwa banyak dari kita yang melupakan kebudayaan dan bahasa dari asalnya sendiri. Seperti sebuah hasil dari penelitian mengenai motivasi dari pelajar di Australia untuk mempelajari bahasa Jerman oleh Schmidt yang memberikan keterangan yaitu adanya "motivational influemces" yang membuat murid memilih Jerman sebagai bagian dari pendidikan mereka. Kemudian dari hal tesebut diperoleh 3 faktor motivasi mengenai mempelajari bahasa Jerman ; 1. Ketertarikan umum terhadap bahasa Jerman yang berkaitan dengan budaya yang menyenangkan, dan apreasiasi yang diterima karena mampu mempelajari berbagai bahasa 2. Keinginan untuk dapat berkomunikasi bahasa Jerman ketika bekerja,belajar, atau travelling ke Jerman 3. Bahasa Jerman menjadi bahasa yang penting dalam dunia bisnis yang dapat memberi keuntungan  professional (Schmidt, 2014)
            Mempelajari bagian dari budaya orang lain adalah baik dan mungkin memang memberikan kegunaan ataupun kepuasan tersendiri pada masing-masing orang, namun terutama adalah harus mengenal budayanya sendiri terlebih dahulu agar kita tidak kehilangan identitas diri kita dimasa revolusi teknologi saat ini yang mau tidak mau menarik kita untuk ikut hidup dengan mudah dan instan dalam menerima dan mempelajari segala hal yang ingin kita ketahui.

Schmidt, G. (2014). Personal growth as a strong element in the motivation of Australian university students to learn German. Australian Review of Applied Linguistics, 37(2), 145–160. https://doi.org/10.1075/aral.37.2.04sch